Rabu, 18 November 2015

Gambar 1. Vihara Jetavana dari depan

           Vihara Jetavana merupakan vihara yang terletak di jalan Imam Bonjol Gang Vihara 1 Karawaci. Nama Jetavana sendiri berasal dari bahasa Pali yang memiliki makna hutan bambu. Dalam agama Buddha, hutan bambu memiliki makna yang spesial, yakni tempat Sang Buddha mencapai penerangan sempurna.
            Vihara ini pertama kali didirikan oleh keinginan ibu Maya Wangulimala. Beliau memiliki keinginan untuk membuat sebuah tempat dimana umat Buddha dapat berdoa bersama. Atas keinginan ibu Wangulimala, suaminya, bapak O’ Wangulimala mendirikan sebuah cetya atau tempat doa kecil pada tanggal 10 November 1975 untuk memenuhi keinginan istrinya. Cetya itulah yang merupakan cikal bakal dari Vihara Jetavana.
            Vihara Jetavana mengalami beberapa kali pembangunan untuk sampai pada tahap ini. Sekitar empat kali pembangunan dilakukan untuk membuat Vihara Jetavana yang sekarang. Sekarang vihara ini memiliki ruang doa, aula pertemuan yang biasanya dipakai untuk ibadah manula, kuti atau tempat tinggal Bhikku, tempat doa kepada Dewi Kwan Im, ruangan pengurus, dan beberapa  ruangan tambahan lainnya.
            Vihara Jetavana memiliki sebuah misi. Misinya adalah menyebarkan Dharma kepada semua makhluk, agar seluruh makhluk hidup berbahagia. Untuk menopang misinya, Vihara Jetavana memiliki beberapa visi, seperti :
1.   1.Membantu pemerintah dalam kegiatan keagamaan dan sosial
2.  2,Melakukan kegiatan sosial
3.  3,Membantu fakir miskin
4.  4.Mendidik anak asuh yang tidak mampu (sekarang Vihara Jetavana memiliki kurang lebih 1000 anak asuh)
5. 5.Bekerja sama dengan agama lain dalam membantu pemerintah dalam kegiatan keagamaan dan sosial
Vihara Jetavana memiliki kegiatan rutin tersendiri, sebagai syarat berdirinya sebuah vihara, selain memiliki altar Buddha, Kuti, pengurus, dan umat. Kegiatan Vihara Jetavana antara lain :
1.      Sekolah minggu yang diadakan setiap minggu pukul 08.00-10.00 WIB
2.      Kegiatan remaja yang diadakan setiap minggu pukul 10.00-12.00 WIB
3.      Ibadah manula yang diadakan berbarengan dengan kegiatan remaja
4.      Ibadah umum yang dilaksanakan setiap sabtu pukul 18.00-selesai
5.      Kegiatan sosial lainnya yang pasti diadakan setiap hari raya agama Buddha
Gambar 2. Ruang Serbaguna

Vihara Jetavana ini berdiri di tengah gang dan berdimpitan dengan rumah warga, yang tidak semua beragama Buddha. Walau begitu vihara ini dapat berbaur dengan masyarakat sekitar dan saling membantu satu sama lain. Misalnya saat vihara mengadakan kegiatan pengobatan gratis. Kegiatan tersebut dibuka untuk umum tanpa terkecuali. Begitupun sebaliknya. Saat terjadi kerusuhan tahun 1998, warga sekitar melindungi Vihara Jetavana dari serangan warga yang ikut berdemo. Hubungan yang dibina sangat erat dan toleransi yang mereka miliki sangat tinggi. Hal ini merupakan cerminan yang sangat indah. Andaikan seluruh dunia memiliki toleransi dan hubungan yang erat seperti yang ada di Vihara Jetavana, maka tidak akan ada perang, konflik, atau permasalahan. Akan tercipta sebuah dunia yang baru dimana berisi perdamaian yang melimpah.
Saar penulis berkunjung ke tempat ini, pertama kali kami sangat takut. Takut untuk ditolak, takut diperlakukan tidak baik karena kami bukan berasal dari agama Buddha, takut apabila narasumber tidak ingin membagikan informasi yang kami butuhkan. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Kami diperlakukan dengan sangat baik. Kami disuguhkan begitu banyak makanan dan minuman. Narasumber, yakni pengurus dari Vihara Jetavana, anak dari pasangan Wangulimala menjawab pertanyaan kami dengan ramah, jelas, kompleks, mendalam. Bahkan bertanya lagi apabila kami memiliki pertanyaan lagi. Bahkan beliau tidak mempersoalkan saat kami ingin berfoto dengan beliau atau memfoto seluruh vihara.

Dari kunjungan ini kami belajar, tidak semua perbedaan itu buruk dan ditolak. Tidak semua perbedaan itu mendiskriminasi. Perbedaan itu menyatukan kita. Tidak aka nada perbedaan apabila tidak ada yang berbeda. Itulah kalimat utama yang kami pelajari.
Gambar 3. Ruang doa untuk Dewi Kwan Im

Gambar 4. Aula Utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar