Melanjutkan perjuangan dari film pertamanya, The Hunger Games : Mockingjay Part 1, Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) selangkah lagi menuju tujuannya, menghancurkan Capitol.
Film yang dirilis pada tanggal 20 November 2015 ini dimulai dengan Katniss yang berusaha untuk mengeluarkan suara. Pita suaranya mengalami pembengkakan akibat cekikan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dibawah pengaruh Capitol.
Otak Peeta dibajak oleh Capitol. Hal itu membuatnya tidak dapat membedakan mana yang nyata dengan yang tidak dan membuatnya tidak dapat melihat musuhnya. Capitol merekayasa pikirannya dan membuat Katniss sebagai musuhnya.
Pembajakan otak Peeta membuat Katniss semakin yakin untuk membunuh Snow untuk membayar semua perbuatannya. Namun ditengah-tengah perjuangannya Katniss dihadapi oleh sebuah kenyataan bahwa tujuannya untuk membunuh Snow tidak semudah yang ia kira dan membutuhkan banyak pengorbanan. Dan pada akhirnya dia dihadapkan dengan pertanyaan "Siapa musuhmu yang sebenarnya?"
Amarah Katniss sangat terlihat. Penonton akan ikut merasakan amarah yang dimiliki okeh Katniss. Hal ini sangat dipengaruhi oleh keterampilan aktris Jennifer Lawrence dalam berakting. Dia sangat menjiwai perannya sebagai seorang Katniss Everdeen.
Jika berbicara tentang kualitas akting, kita juga tidak bisa melupakan Josh Hutcherson. Dia dapat memerankan perannya dengan sangat baik, terlihat dalam aksinya sewaktu otaknya dibajak oleh Capitol. Rasa bingung, benci dan takut bercampur menjadi satu dan dia dapat memerankannya dengan sangat baik.
Satu hal yang sangat disayangkan dalam film ini adalah perubahan sikap Peeta yang sangat cepat berubah. Seakan dia mengambil sebutir obat pada malamnya dan paginya dia sudah sembuh. Berbeda sekali dengan novelnya yang terkesan pelan tapi pasti.
Mengenai alurnya, 90% mirip dengan novelnya, karangan Suzanne Collins. Penulis naskahnya tidak terlalu banyak menambahkan adegan lain. Kebanyakan dari penambahan adegannya justru membuat cerita tambah menarik dan menambah kepuasan di akhir cerita.
Animasi yang dibuat dalam film ini juga tidak dapat dibilang remeh. Adegan disaat mutan-mutan buatan Capitol menyerang terkesan sangat nyata. Taring-taring buas dengan kulit yang pucat. Cairan hitam kental panas yang ada di film tersebut juga bagus. Tidak terkesan terlalu berlebihan atau terlalu kurang. Pas.
Salah satu adegan yang paling saya sukai adalah saat Katniss berjalan menuju aula untuk pengeksekusian Snow. Kostum yang dia gunakan masih sama seperti sebelumnya dengan tambahan riasan yang lebih daripada biasanya. Gaya dia berjalan cukup elegan tapi tidak melupakan gaya asli Katniss.
Sedangkan untuk dialognya, saya cukup suka dengan perkataan Snow, "Kita belajar untuk tidak saling berbohong, nona Everdeen." Kalimat tersebut mengandung arti yang besar, dan menunjukkan bahwa Snow memiliki sedikit sisi baik.
Pelajaran yang saya dapatkan dari film ini ialah sebuah revolusi akan mengorbankan banyak hal. Namun revolusi memang dibutuhkan sewaktu-waktu. Saat keadaan sudah tidak benar sebagaimana mestinya. Saat keadaan menjadi tidak terkendali. Dibutuhkan sebuah simbol dan penderitaan untuk memunculkan sebuah revolusi. Satu hal yang pasti, pastikan revolusi itu benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar